koekoo koekoo belajar menjadi entrepreneur dan visioner, yang dilahirkan di dusun kecil daerah Salaman, Magelang.

Hadist Arbain Nawawi ke 1

3 min read

cara mengajarkan anak ibadah dalam islam

Apakah setiap kegiatan Anda sudah memiliki niat yang baik dan benar? Atau hanya sekedar mengerjakan tanpa disertai niat. Ketika Anda melakukan hal demikian, akan sangat sayang sekali jika belum disertai niat.

Lantas apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan pahala? Yapp.. dengan menyertai niat baik disetiap kegiatan akan menambah keberkahan juga.

Perihal niat juga pernah disampaikan oleh Rasulullaah. Bagaimana baginda nabi menyampaikan perihal tersebut? Segera simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui lebih detailnya

Hadist Arbain Nawawi ke 1

Hadist pertanama dari kitab ini membahas tentang niat dalam bertindak sesuatu. Baik kegiatan bersifat duniawi maupun akhirat. Demikian juga yang pernah disampaikan oleh

Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

 

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

Sudah tahu apa yang dimaksud dari hadist pertama tersebut? Sepertinya Anda juga sudah bisa menebak dan mengira apa maksud dan tujuan dari hadist tersebut. Nah, untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini.

Penjelasan Hadist

Hadist tersebut menjelaskan bahwa setiap amal itu harus dikerjakan dengan niat tulus karena Allah, bukan karena faktor yang lainnya. Tidak tanggung-tanggung, balasan atau pahalanya sangatlah besar sekali apabila diimbangi dengan rasa iklas.

Lain cerita saat mengerjakan sesuatu dengan niat mengejar masalah duniawi. Misalnya Anda menyukai wanita yang sangat cantik dan baik dalam urusan agama. Sehingga Anda memiliki niatan untuk hijrah supaya mendapatkan wanita tersebut.

Sangat disayangkan ketika Anda hijrah dengan iat tersebut, akan lebih baik lagi ketika Anda hijrah dengan tulus karea Allah. Bukankah jodoh sudah diatur oleh Allah? Dan juga apabila Anda mendekatkan diri kepada sang Kholiq pastinya wanita yang hanya ciptaannya pasti Allah berikan jika memang berjodoh.

Tahukah Anda jika niat secara bahasa berarti al-qashd (keinginan), sedangkan niat secara istilah syar’i dimaksud adalah berazam (bertedak) mengerjakan ibadah hanya karena Allah. Dimana tempat dan letaknya? Jawabannya di dalam hati.

Faedah Hadist

hadist arbain nawawi ke 1

Sampai disini Anda sudah tahu hadist arbain nawawi ke 1 dan penjelasannya. Dengan bagitu, apa yang bisa Anda ambil dari hadist tersebut? Inilah rangkumannya

  • Niat itu sendiri artinya adalah bermaksud dan berkehendak. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, bahwasanya niat terletak di dalam hati. Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengetakan

    وَالنِّيَّةُ مَحَلُّهَا الْقَلْبُ بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاءِ ؛ فَإِنْ نَوَى بِقَلْبِهِ وَلَمْ يَتَكَلَّمْ بِلِسَانِهِ أَجْزَأَتْهُ النِّيَّةُ بِاتِّفَاقِهِمْ

    “Niat itu letaknya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Jika seseorang berniat di hatinya tanpa ia lafazhkan dengan lisannya, maka niatnya sudah dianggap sah berdasarkan kesepakatan para ulama.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 18:262)

  • Niat itu ada 2 macam, yaitu niat kepada siapa amalan tersebut ditujuakan (al-ma’mullahu) dan niat amalan.Artinya:

    Niat pertama adalah niat yang hanya ditujukan dan mengharap dari Allah dan kehidupan akhirat. Inilah yang sering disebut dengan niat yang ikhlas.

    Sedangkan niat kedua memiliki dua fungsi, yaitu :

    Fungsi pertama sebagai pembeda yang manakah adat, manakah ibadah. Contohnya dalam hal berpuasan. Ada orang yang niat berpuasa namun ada juga yang hanya meninggalkan makan dan minum saja.

    Dilihar dari fungsi kedua adalah membedakan ibadah satu dengan yang lainnya. Contohnya dalam hal ibadah, ada yang fardhu ‘ain dan ada juga yang fardhu kifayah. Semuanya dibedakan berdasarkan niatnya.

  • Tidak hanya niat lho kawanku.. Ternyata ibadah juga harus disertai rasa iklas dalam menjalankannya, sehingga lebih berkah dan mendapatkan banyak padala dari sisiNya.

Demikian penjelasan dari arbain nawawi pertama. Sekian yang dapat disampaikan, apabila ada kesalan mohon dikoreksi via komentar atau kontak. Terima Kasih.

 

koekoo.net

***

koekoo koekoo belajar menjadi entrepreneur dan visioner, yang dilahirkan di dusun kecil daerah Salaman, Magelang.

Hadist Arbain Nawawi ke 3

koekoo
3 min read

Hadist Arbain Nawawi ke 2

koekoo
7 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *