koekoo koekoo belajar menjadi entrepreneur dan visioner, yang dilahirkan di dusun kecil daerah Salaman, Magelang.

Hadist Arbain Nawawi ke 2

7 min read

hadist arbain nawawi ke 2

Hadist Arbain Nawawi ke 2 – Pernah belajar tentang hadist arbain nawawi nomor dua? Mungkin sebenarnya Anda pernah belajar tentang pelajaran ini, hanya saja Anda belum atau tidak menyadari bahwa materi ini adalah bagian dari hadist Arbain Nawawi.

Bahkan di sekolah umum seperti SMA pernah membahas mengenai hadist arbain nawawi ke dua ini. Namun, sekali siswa yang tidak menyadari bahwa ini adalah hadist arbain nawawi.

Dengan mempelajari isi hadist ini diharapkan Anda lebih tahu dan terjadi peningkatan iman serta ketaqwaan. Pokok bahasan dari hadist nomor dua ini ada tiga bagian, yaitu rukun Islam, rukun iman, dan ihsan.

Pastinya, Anda sudah tahu mengenai hal ini. Eitsss.. jangan diabaikan dulu. Yuk simak penjelasan dibawah ini untuk mengingat dan meningkatkan ketaqwaan.

Isi Hadist Arbain Nawawi ke 2

Tahukah kamu berapa isi hadist arbain nawawi? Yapp..jumlah dari hadist ini sebanyak 42 hadist. Simak penjelasan isi hadist arbain nawawi ke 2 dibawah ini :

بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ, لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ, حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم, فأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ, وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ, وَ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِسْلاَمِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : اَلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ, وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ, وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ, وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. قَالَ : صَدَقْتُ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْئَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ. قَالَ : صَدَقْتَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ, قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ قَالَ : مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا, قَالَ : أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا, وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِيْ الْبُنْيَانِ, ثم اَنْطَلَقَ, فَلَبِثْتُ مَلِيًّا, ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرُ, أَتَدْرِيْ مَنِ السَّائِل؟ قُلْتُ : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ : فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya :

Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya.

Ia segera duduk di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia berkata : “Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.

Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”.

Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.”

Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”

Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?”

Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”

Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!”

Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”

Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?”

Aku menjawab, ”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” [HR Muslim, no. 8]

Rukun ISLAM

jumlah zakat

Pertama adalah rukun Islam. Bagi seorang muslim Anda sudah pasti tahu mengenai rukun islam. Misalkan Anda lupa, pastinya Anda sudah pernah mendengar mengenai hal ini.

Lantas apa saja rukun islam itu? Berapa jumlah rukun islam itu? Faktanya rukun Islam terdiri dari 5 hal, yaitu :

  • Mengucapkan dua kalimat Syahadat
  • Mendirikan Sholat
  • Mengerjakan Puasa
  • Menunaikan Zakat
  • Naik Haji (bila mampu)

Hal-hal diatas adalah bagian dari rukun islam. Sebaiknya kita selalu mengingatkan untuk menjalankan hal-hal kebaikan.

Rukun Iman

tanda tanda kiamat

Selanjutnya adalah rukun iman? Apa Anda bertanya-tanya, apa bedanya rukun islam dengan rukun iman itu? Untuk mengetahui hal tersebut sebaiknya Anda melihat penjelasan dibawah ini.

Berapa jumlah rukun iman itu? Ketahuilah bahwa jumlah rukun iman itu ada 6. Dimana masing-masing harus Anda imani atau percaya. Inilah rukun iman dalam agama islam :

  • Iman kepada Allah
  • Iman kepada Malaikat
  • Iman kepada Kitab
  • Iman kepada Rasul
  • Iman kepada Hari Akhir
  • Iman kepada Qadha’ dan Qodar

Ihsan

Pembahasan terkahir mengenai ihsan. Perlu Anda ketahui, bahwasanya dalam beribadah kita dianjurkan untuk khusyuk. Bagaimana agar ibadah yang kita jalankan bisa dikerjakan secara khusyuk? Ihsan.

Ihsan adalah seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut membayangkan bahwa sesungguhnya Allah melihat perbuatannya.

koekoo koekoo belajar menjadi entrepreneur dan visioner, yang dilahirkan di dusun kecil daerah Salaman, Magelang.

Hadist Arbain Nawawi ke 3

koekoo
3 min read

Hadist Arbain Nawawi ke 1

koekoo
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *